Tingkatkan Kopetensi Lab Sosiologi Unila Selenggarakan Workshop Peta Jalan Penelitian dan Pengabdian

Lab Sosiologi Unila

Laboratorium Pemberdayaan Masyarakat dan Kearifan Lokal Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) secara penuh melangsungkan kegiatan workshop terkait dengan proses dan langkah dalam melakukan penelitian dan pengabdian. Selasa, 7 Maret 2023.

Kegiatan workshop ini sendiri berlangsung selama dua sesi dengan diikuti oleh 180 mahasiswa dan beberapa dosen FISIP Unila dimana untuk sesi pertama dilakukan dari Pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB sedangkan pada sesi kedua kegiatan dijalankan pada Pukul 13.00 s.d 17.00 WIB.

Pelaksanaannya berlokasi di Gedung E Lantai 3 Jurusan Sosiologi FISIP Unila dengan menghadirkan Aan Arizandy, MA selaku dosen UIN Raden Intan Lampung Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung sekaligus menjadi Reseach Assistans CRCS UGM.

Agenda workshop secara lansung dibuka oleh Ketua Laboratorium Sosiologi, Dewi Ayu Hidayati, S.Sos., M.Si. yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud untuk mampu menigkatkan kopetensi dari karya setiap dosen serta mahasiswa di Jurusan Sosiologi.

“Tak lain, tujuan terselenggaranya workshop ialah agar karya setiap dosen dan mahasiswa di Jurusan Sosiologi bisa menjadi lebih baik lagi”, ungkapnya.

Adapun Aan Arizandy, MA selaku pemateri pada kegiatan ini menyampikan sejumlah bahasan mulai dari alasan melakukan penelitian dan urgensi publikasi artikel di jurnal ilmiah, mengenal beragam aneka-jenis jurnal ilmiah, komponen dan langkah-langkah menulis artikel ilmiah, strategi mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah , dan bagimana praktik submit artikel ilmiah di jurnal terindeks scopus.

Bahkan pemateri juga mendorong adanya karya yang diakukan oleh mahasiswa dan dosen dengan melihat sejumlah data seperti pada Tahun 2012, berdasarkan laporan Scientific Journal Ranking (SJR) dari jumlah publikasi Indonesia berada di peringkat 64, jauh di bawah Singapura (32), Malaysia (43), dan Thailand (42).

“Rendahnya publikasi kita inilah setidaknya bisa menjadi pemicu bagi kalangangan pendidikan dan terdidik untuk bisa terus belajar bagimana proses kepenulisan karya tulis ilmiah yang benar”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *