Upaya untuk menciptakan lulusan sosiologi yang kapabel sekaligus memiliki softcompetency yang baik, Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung (Unila) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Unila menyelenggarakan webinar, Sabtu (28/05/2022).
Webinar bertema “Menciptakan Calon Lulusan Jurusan Sosiologi yang Kapabel” sendiri menghadirkan praktisi dan pelaku yang memiliki pengalaman dibidangnya, yaitu Prasetya Nugraha, S.AB. M.Si dan Aziz Amriwan, S.Sos., M.Si.
Ketua Program Studi Sosiologi Unila, Dr. Bartoven Vivit Nurdin, M.Si. dalam pembukan kegiatan mengatakan bahwa setiap lulusan sosiologi untuk di masa depan haruslah mempunyai soft skill, sehingga nantinya bisa bersaing di dunia kerja.
“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan seperti ini, mengingat sosiologi ilmu murni sehingga lulusannya penting untuk memiliki kompetensi khusus agar bersaing dalam dunia kerja,” paparnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan Junaidi, S.Pd., M.Sos juga menegaskan terselenggarakannya kegiatan dilakukan memberikan stimulus kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri.
“Kehadiran jurusan untuk meningkatakan lulusan yang kapabel sangat diperlukan, oleh karena kami menyelenggarakan kegiatan semacam ini”, jelasnya.
Disisi lain, materi kewirausahaan yang dipaparkan oleh Prasetya Nugraha yang juga Founder Diskusi Kopi Lampung tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana berwirausaha bagi setiap UMKM dalam upaya mengetahui target pasar sebagai produk alat pemuas kebutuhan.
Langkahnya bisa dijalankan dengan menerapkan kelas model yang berfokus pada tindakan konsumen bergerak melalui tahapan konsumen membuat keputusan pembelian yang dikenal dengan the AIDA model.
“Paham tentang produk yang akan diperjualbelikan menjadi sangat penting, utamanya pada saat ini media sosial memiliki peranan yang berarti”, tegas Dosen Jurusan Administrasi bisnis Fisip Unila ini.
Sedangkan Aziz Amriwan yang juga Dosen Jurusan Sosiologi Fisip Unila memberikan penjelasan terkait dengan materi relasi. Aziz memaparkan, bahwasa membangun dan memperkuat eksistensi dalam merawat jaringan bisa menjadi berguna dalam proses mendapatkan pekerjaan, jabatan dan kedudukan sosial tertentu.
“Jaringan bukan hanya bisa digunakan dalam mendapatkan pekerjaan saja, namun bisa juga membantu untuk membuka jalur mediasi sehingga proses penyelesaian konflik setiap individu maupun kelompok bisa terjadi,” tegasnya.
Berlangsungnya agenda dilakukan secara online dan juga sebagian offline di Smart Room Sosiologi Unila bersama pengurus HMJ Sosiologi Unila dari Pukul 14:00 sampai dengan 16.30 WIB dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa melalui zoom serta sejumlah dosen sosiologi Unila.
